Drama The World of The Married mencetak rekor baru di Korea. Bahkan di Indonesia, drama ini juga membuat netizen heboh di twitter hingga masuk trending topic Indonesia. Drama ini memberikan gambaran perjalanan rumah tangga pasangan kelas menengah atas di Korea.

Diadaptasi dari drama Dr Foster, drama ini mengisahkan rumah tangga dr Ji San Woo dan Lee Tae Oh yang terkesan bahagia dan sukses. Sang istri menjadi dokter yang sukses yang menopang keluarganya bahkan rumah produksi suaminya yang tidak pernah membuat satu filmpun. Lee Tae Oh yang mengurus rumah tangga dan mengasuh putra mereka, Lee Joon Young.

Tanpa Ji San Woo sadari, Lee Tae Oh selingkuh dengan Yeo Da Kyung. Rumah tangga yang awalnya damai jadi berantakan. Dari drama The Wolrd of The Married kita bisa dapat 6 pelajaran penting untuk rumah tangga berikut ini:

  1. Kesetian adalah Pilihan

Ketika perselingkuhan terjadi, seringkali yang disalahkan adalah orang ketiga sebagai penggoda. Drama ini menunjukkan kondisi sebaliknya dimana orang ketiga lebih dominan dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan pasangan suami istri dan membentuk rumahtangga baru. Kecewa pada pasangan tentu pernah terjadi dalam perjalanan rumah tangga.

Pendewasaan usia perkawinan memang harus dilalui dengan pasang surut hubungan suami istri. Seiring bertambahnya usia perkawinan, idealnya akan semakin bertambah pengertian satu sama lain. Karena sudah paham kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan harusnya semakin bertambah usia perkawinan semakin besar kesetiaan masing-masing. Godaan bisa datang dari mana saja dan kapan saja, tapi ketika kita memilih untuk setia tidak akan ada celah bagi perselingkuhan.

Menjadikan ketidakpuasan pada pasangan sebagai alasan untuk selingkuh akan menjadi pintu kehancuran dalam rumah tangga. Dimulai dari kebohongan, lantas manipulasi, hilangnya kepercayaan, hingga rasa sayang. Kunci kesetiaan ada pada diri sendiri, bukan orang lain.

  1. Bekerja Penting Tapi Keluarga Lebih Penting

Nafkah adalah hal penting untuk menjaga ekonomi keluarga. Rumah tangga jelas membutuhkan finansial yang didapatkan dari bekerja. Tapi sesibuk apapun pekerjaan yang harus diselesaikan, pastikan perhatian pada keluarga tidak kurang sedikitpun. Bekerja memang penting, tapi keluarga lebih penting. Karena ketika keluarga goyah, berapapun harta yang kita miliki tidak akan ada nilainya lagi.

  1. Anak Juga Punya Perasaan

Orangtua seringkali melihat anak sebagai anak yang belum tahu apa-apa. Mereka menganggap anak tidak perlu diberikan penjelasan saat rumah tangga terguncang. Tapi sebenarnya tidak begitu, anak bisa melihat perubahan yang terjadi dalam hubungan orangtua mereka. Anak cenderung sensitif dan memilih untuk diam saat orangtua bertengkar.

Ketika anak diam, lantas mencari pelampiasan yang lain saat itulah petaka bertambah. Karena itu jangan sampai anak menjadi korban ketidakharmonisan orangtua. Ajaklah berbicara, beri penjelasan sampai dengan batas yang bisa mereka pahami. Jika perlu, mintalah maaf saat ada kelakuan orangtua yang membuat mereka terluka.

  1. Beri Ruang untuk Diri Sendiri

Mencintai suami, anak, dan keluarga memang keharusan. Tapi jangan lupa untuk mencintai diri sendiri. Berilah ruang untuk diri sendiri, beri waktu untuk menjauhkan rutinitas keluarga, dengan begitu kamu akan tahu jika keluarga sedang menghadapi persoalan dan bisa memikirkan jalan keluar dengan kepala dingin.

Dengan memberi ruang untuk dirimu, kamu akan merasakan kejernihan dari segala keruh dalam pikiranmu. Dan selain memberikan ketenangan, kamu akan lebih mudah untuk merapikan serta memperbaiki yang berantakan sebelumnya. Kamu juga bisa mendapatkan ide-ide segar setelah menepi dari semua tuntutan rumahtangga.

  1. Percayalah, Perceraian itu Rumit

Sedang berfikir untuk mengakhiri rumahtangga? Tonton dulu drama The World of the Married ini. Ada dua rumah tangga yang diperlihatkan sedang menghadapi masalah. Satu memilih bercerai, dua memilih untuk berdamai. Bukan mengajarkan untuk bercerai, tapi drama ini memperlihatkan bahwa perceraian itu rumit.

Mungkin persoalan hukum dapat selesai dengan mudah. Namun, persoalan hati tidak bisa diputus begitu saja. Terlebih jika ada anak. Karena itu pertimbangkan dengan masak-masak sebelum bercerai. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kegagalan, memperbaiki atau mengakhiri semuanya butuh proses.

  1. Mulailah Rumah Tangga dengan Awal yang Baik

Terdengar klise dan menggurui ya? Tapi nilai ini memang harus dijalani jika mengharapkan rumahtangga bahagia. Karena niat baik harus dilakukan dengan baik.

Drama The World of the Married juga memberikan gambaran bagaimana rumahtangga Yeo Da Yung dan Lee Tae Oh yang dimulai dari perselingkuhan awalnya terlihat bahagia. Yeo Da Yung malah bangga ketika berhasil menjadi istri sah. Tapi separuh dari 16 episode drama ini akhirnya menunjukkan bahwa kesalahan di masa lalu yang menjadi dasar pernikahan mereka meninggalkan bekas luka yang mudah sekali tergores kemudian membuat rumahtangga tidak tenang.

Leave a comment