Rekening Bersama (Gambar oleh ooceey dari Pixabay)

Pandemi Covid-19 sudah menyeret perekonomian ke dalam jurang resesi. Jutaan orang kehilangan pekerjaan akibat keterpurukan industri seiring pemburukan perekonomian karena pandemi yang tak jua berakhir. Bagi kita, pilihan terbaik adalah mengamankan keluarga untuk menghindari kondisi keuangan bermasalah dan tidak sampai terpuruk fatal.

Dalam kondisi perekonomian yang penuh tantangan, sebaiknya kamu hindari kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Untuk memastikan kondisi keuangan kamu tetap aman dan sehat, kenali ciri-ciri keuangan bermasalah berikut ini supaya lekas bisa mencari solusi:

1. Tagihan cicilan utang memakan lebih dari 30% pendapatan rutin

Utang adalah kewajiban finansial yang harus kamu bayarkan. Bila saat ini kamu menanggung beban pembayaran cicilan utang yang nilainya memakan lebih dari 30% besar pendapatan rutin, itu mengindikasikan keuangan kamu tengah bermasalah. Keuangan yang sehat boleh menanggung utang. Tapi, sebaiknya batas cicilan utang tak lebih dari 30% pendapatan rutin.

Jadi, ketika gaji kamu Rp10 juta, total nilai cicilan utang maksimal sebesar Rp3 juta saja per bulan. Bila lebih dari itu, keuangan kamu kurang sehat dan bisa rentan terkena masalah saat mendadak pendapatan menurun.

2. Mengandalkan utang sebagai sumber dana

Ketika pendapatan yang kamu hasilkan sudah tidak bisa menutup kebutuhan primer dan kamu semakin sering mengandalkan dana dari pinjaman, itu adalah tanda kegawatan keuangan yang genting. Misalnya, kamu memakai kartu kredit untuk membiayai kebutuhan primer mulai dari biaya dapur hingga uang sekolah anak. Di saat yang sama, kamu tidak memiliki kepastian akan membayar dengan apa tagihan kartu kredit kelak.

Segera benahi sebelum semakin fatal. Bila memang pendapatan kamu tidak mencukupi untuk menutup kebutuhan, saatnya mencari sumber pendapatan baru sehingga kamu tidak perlu lagi mengandalkan utang untuk menutup kebutuhan.

BACA JUGA:

3. Aplikasi kredit kamu ditolak

Bila kamu berniat mengajukan pinjaman ke bank untuk sebuah keperluan, tapi bank menolak permohonan kredit tersebut. Waspadai bila itu terjadi karena boleh jadi bank menilai kondisi keuangan kamu bermasalah sehingga tidak layak mendapatkan pinjaman kredit.

Bank menerapkan kualifikasi yang ketat sebelum memberikan pinjaman semata untuk mengukur risiko pemberian pinjaman kepada nasabah. Jadi, bank tidak akan memberikan pinjaman kondisi keuangan nasabah dianggap bermasalah atau berisiko di kemudian hari.

4. Pendapatan tidak lagi memadai menutup pengeluaran

Kondisi pandemi mempengaruhi pendapatan kamu? Bila pendapatan yang kamu peroleh saat ini sudah tidak lagi memadai dalam menutup segala macam pengeluaran, terutama pengeluaran primer dan pengeluaran wajib, segeralah bertindak mencari solusi. Itu adalah pertanda keuangan kamu dalam bahaya. Bila kamu biarkan kondisi itu berlarut-larut, bisa-bisa kamu terjerumus utang untuk membiayai hidup.

Leave a comment